God is good, All the time

Susu UHT vs Susu Formula

January 20, 2009 · 8 Comments

Grace sekarang dah berumur 16 bulan lebih 2 minggu. Gw berhasil ngasih ASIX selama 6 bulan, dan dengan tambahan MPASI sampai umur setaun. Jadi selama setaun dia cuman minum ASI doang. Puji Tuhan! Ga nyangka juga sih bisa selama itu secara waktu awal2 kan gw frustasi banget!

Selama 2 minggu pertama Grace sempet campur minum sufor secara dari pertama lahir ga dikasih IMD (padahal gw dah minta hiks hiks), terus gwnya yang masih buta sama sekali soal ngasih ASI, boro2 ngasih ASI, gendong aja masih gemeteran! Maklum anak pertama :p Terus ASI gw baru keluar hari ke-4 setelah minum Lactacyd dan makan daun katuk. Trus sekarang masalahnya Grace yang ga mau nenen. Aduh stress banget, sampe PD gw bengkak karena ga diisep, dipompa pun ga keluar secara belon tau caranya. Sampe dipijet segala ke RS, untung kolostrumnya masih sempet diselamatkan dan diminum Grace.

 

Jadi ngelantur ya … anyway, setelah setaun kan sebenernya masih bisa ASI terus sampe 2 tahun. Tapi gw pikir dah cukuplah setaun, soalnya cape banget mesti mompa terus kejar2an harus pulang on time kalo waktunya nenen. Nah sekarang masalahnya pake susu apa? Kalo dari rekomendasi miling list Sehat, pilihan terbaik ya susu UHT seperti yang ditulis artikel berikut ini :

 

Setelah berumur 1 tahun keatas, anak dapat diberikan susu lain yaitu

susu pasteurisasi, susu kental manis, susu bubuk, susu sterilisasi

konvensional, dan susu Ultra High Temperature (UHT). Susu pasteurisasi

merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 72 – 75 derajat

Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri patogen.

Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5 – 6 derajat

celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

 

Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing atau sapi yang

sehat dan bersih. Susu diperoleh dengan cara pemerahan yang benar dan

kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan

belum mendapat perlakuan apapun.

 

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan

zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya

pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer.

Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang

baik dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu

susu bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak

(partly skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk

prowder).

 

Sedangkan susu UHT merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan

dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derajat

celcius) selama 2-5 detik. Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk

membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan

spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan

nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang

relatif tidak berubah seperti susu segarnya.

 

Dari berbagai susu tersebut, yang paling disarankan adalah susu UHT.

Karena berdasarkan beberapa penelitian, menyebutkan susu yang diproses

secara UHT dapat mempertahankan nilai gizi lebih baik daripada proses

pengolahan lainnya. Indikatornya adalah prosentase kerusakan lisin atau

asam amino pembatas.

 

Seiring dengan kemajuan teknologi, susu UHT kemudian dikemas menggunakan

enam lapis kertas, plastik polyethylene, dan alumunium foil yang mampu

melindungi susu dari udara luar, cahaya, kelembaban, aroma luar, dan

bakteri. Susu UHT dalam kemasan aseptik ini tahan disimpan dalam suhu

kamar sampai 10 bulan, tanpa bahan pengawet. Dengan kemasan tersebut,

susu terhindar dari bakteri perusak minuman dan tetap segar serta aman

untuk dikonsumsi.

 

Susu UHT juga merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari

seluruh mikroba (patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora

sehingga potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir

tidak ada. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan

mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi,

relatif tidak berubah.

 

Bagi anak, berikan susu UHT dengan rasa plain. Karena lebih sedikit

gula serta zat artificial didalam susu tersebut. Apabila kemasan susu

UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus disimpan pada kulkas karena

susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 50

derjat Celcius), sebab dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel akibat

kerusakan protein

 

Nah, berdasarkan artikel tersebut gw yakin susu UHT lebih bagus karena lebih natural, sedangkan sufor kan dah melalui proses pengeringan yang menghilangkan kandungan gizi asli dan ditambah dengan zat2 buatan lain lainnya.

Tapi kok kayanya gw ngelawan arus ya …

 

Sedikit banget ibu2 di sekeliling gw yang ngasih susu UHT ke anak usia 1 tahun. Banyak banget comment miring yang bilang gizinya kuranglah, ada pengawetnya jg, dsb. Gw udah coba tanya 2 dsa dan jawaban mereka memang netral, katanya gapapa. Tapi toh mereka kaget juga waktu tau Grace minum susu UHT. Sigh . pusing neh gw. Sering juga jadi kita bertanya2 apakah bener ya keputusan ini …? Memang sih pake susu UHT lebih murang ketimbang sufor, tapi bukan itu pertimbangannya.

 

Sekarang sih kalo malem Grace masih ASI, tapi kalo ntar dah disapih trus gimana? Kemaren sih hubby dah beliin sufor sekotak buat siap2 kalo malem belon tidur dikasih itu. Siangnya tetep susu UHT. Not sure which is better. Tapi kok kalo liat kandungan sufornya serem sendiri, begitu banyak zat2 tambahan yang ditambahkan ke sana yang belon tentu jelas bu     at apa. Belon lagi SPG susu yang berlomba2 mengunggulkan produk jualannya. Pusing neh pusing ….

 

 

Categories: my little girl
Tagged: ,